Rabu, 05 Agustus 2009

SOAL UJIAN SIM

Soal Ujian SIM dalam tulisan ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya mengurus SIM sendiri. Sebagaimana saya sampaikan di atas, bahwa saya mengurus SIM baru, sehingga saya mengikuti seluruh proses yang ada termasuk ujian teori SIM dan prakteknya. Berikut beberapa tips yang mungkin berguna sebagai bekal anda dalam mengikuti ujian teori SIM C maupun A beserta ujian prakteknya. Tulisan ini tidak ditujukan sebagai panduan resmi namun hanya sebagai sharing pengalaman saja, karena soal ujian teori memiliki beberapa jenis, dan masing-masing tidak sama. Namun demikian semoga anda mendapat gambaran yang lebih jelas tentang soal ujian SIM ini.

Soal Ujian SIM C dan SIM A sebenarnya cukup mirip dan tidak terlalu sulit. Namun demikian bukan berarti dapat dilakukan tanpa persiapan, hal ini terbukti dengan tidak lulusnya beberapa orang yang ikut ujian bersama dengan saya. Soal ujian teori SIM C dan A sama-sama terdiri dari 30 soal dengan waktu penyelesaian 45 menit. Berikut beberapa jenis soal yang sempat saya ingat.

Soal Ujian Teori SIM
Soal Ujian SIM C
Ujian teori SIM C antara lain meliputi: rambu prioritas jalan (ingat panah warna putih ke atas dan warna merah ke arah bawah kan?), jalan licin, Dilarang melakukan U Turn, jalan turun, arti rambu jalan berupa garis kuning, putih dan putus-putus di tangah maupun di bahu jalan, prioritas jalan untuk berbagai situasi di persimpangan jalan dan tanda ayunan tangan polisi saat mengatur lalu lintas.


Soal Ujian SIM A
Ujian teori SIM A memiliki banyak kesamaan dengan materi soal ujian teori SIM C dengan tambahan antara lain mengenai ketentuan penggunaan SIM A, B dan jenis SIM lainnya, KIR, masa berlaku sim termasuk ketentuan pencabutan sim.

Ujian SIM Praktek
Soal Ujian SIM C:
Ketentuan dalam ujian praktek ini adalah bahwa kaki tidak boleh turun, dan terdiri dari 3 bagian:
- Jalan lurus sempit
- Jalan membentuk angka 8 yang sangat kecil
- Jalan zigzag yang sangat sempit dan sulit. Saya gagal di ujian ini 3 kali. Setelah 4 kali baru berhasil

Soal-soal ujian SIM tersebut menurut saya terlalu sulit untuk dilakukan apalagi untuk orang yang belum lama belajar naik motor. Bahkan saya yang sudah berpengalaman hampir 20 tahun mengendarai motorpun merasa kesulitan dengan ujian ini terutama ujian zigzag (lihat gambar di atas). Hal ini diperkuat dengan tingkat kegagalan yang sangat tinggi bagi para peserta, rombongan saya bahkan gagal semua.
Setelah saya pikir, ujian ini nampaknya sama sekali tidak berguna di dunia nyata. Emang siapa yang akan jalan di gang, sambil zigzag dan repot-repot tidak turun kakinya ke jalan. Ndak mungkin deh, menurut saya malah kalau hal itu dipraktekkan malah akan membahayakan pengguna jalan lain.
Saya jadi kepikiran, bahwa jika lulus ujian ini, maka kita bukannya akan memerlukannya di jalan beneran tetapi di sirkus sebagai ahli akrobat. Jangan tertipu dengan contoh yang diberikan oleh petugas di sana yang seolah-olah mudah doilakukan. Percayalah, mereka bisa melakukan dengan mudah karena mereka sudah melatihnya setiap hari. Bagi orang-orang yang baru mencobanya pertama kali kemungkinana besar akan kesulitan karena kapan kita pernah melakukan hal tersebut di jalan raya? Di tambah lagi, kita tidak diperkenankan mencoba terlebih dahulu agar paling tidak dapat membiasakan diri. It gets harder.
Pemikiran saya, kalau ujian SIM C ini dibiarkan seperti ini tidak heran banyak orang yang frustasi dan mendorong mereka untuk ambil jalan pintas dengan menggunakan jasa calo ya?
Kebetulan bersama saya ada orang yang sudah 3 kali ikut ujian praktek ini dan masih gagal juga. Kebayangkan, frustasinya bolak-balik ke kantor polisi cuman untuk ujian selama sekitar 10 menit. Gagal maning…gagal maning…

Berikut beberapa tips dari saya yang sudah gagal 3 kali mencoba
- Saat berbelok ambil mepet ke kiri juika akan belok kiri dan sebaliknya.
- Gunakan gigi 2 untuk mempermudah pengaturan gas lebih halus.
- Pergunakan motor milik anda sendiri agar anda sudah terbiasa dengan motor tersebut.
- Khusus untuk zigzag jangan ambil terlalu melebar, ambil arah lurus dan semepet mungkin dengan palang pertama, dan segera belokkan roda depan anda ke arah sebaliknya begiru melewati rintangan pertama.
- Jangan pikirkan roda belakang, sebagai gantinya fokus ke roda depan agar dapat melalui rintangan semepet mungkin dan menjaga keseimbangan.
- Anda dapat membuat latihan sendiri dengan cara membuat lubang kotak ukuran 15 x 15 jarak sumbu 1 m sebanyak 6 buah dan cobalah untuk melaluinya secara zigzag tanpa terperosok ke dalam lubang tersebut.

Update 23 Juli 2009: Ada tips baru yang saya dapet hari ini dari teman, saya sendiri belum mencobanya. Tipsnya adalah gunakan choke, tujuannya agar saat motor di gas akselerasinya tidak terlalu cepat sehingga memudahkan kontrol saat belok-belok. Jangan terlalu besar chokenya ya, kuatirnya malah motor gampang mati.


Saran saya untuk penyelenggara:
- Biarkan peserta mencoba terlebih dahulu untuk membiasakan diri.
- Soal ujian seharusnya dipermudah misalnya dengan memperlebar jarak antar rintangan atau ukuran angka 8. Toh tujuan kita hanya mengecek kemampuan mengendarai seseorang, dan bukan untuk mencetak ahli akrobat.
- Harapannnya, dengan berkurangnya tingkat kesulitan ujian praktek ini, maka orang tidak akan terdorong untuk nembak.


Soal Ujian SIM A
Ujian Praktek SIM A hanya terdiri dari 1 aktivitas yaitu parkir di antara rintangan dari arah kiri dan kanan. Ketentuannya adalah bahwa kita tidak boleh memajumundurkan mobil saat proses parkir tersebut. Dengan kata lain hanya boleh mundur saja.
Berikut beberapa tipsnya:
- Biasakan terlebih dulu dengan pedal gas, umumnya mobil yang digunakan sudah tidak layak lagi pengaturan gasnya dan sudah habis kanvas koplingnya.
- Atur kaca spion terlebih dahulu sesuai kebutuhan kita. Pastikan bahwa bagian roda belakang nampak di spion kita.
- Lakukan perlahan-lahan dan kalau perlu berhenti dulu. Ingatlah bahaw ayang dilarang adalah maju dan bukan berhenti. Berhenti sejenak akan membantu kita mengukur jarak lebih baik.
- Perhatikan posisi ban belakang dan rintangan, ambil semepet mungkin jarak antara roda belakang dan rintangannya.
- Ambil putaran yang agak jauh agar mobil lebih lurus saat masuk dan tidak menyenggol rintangan di sisi lain.

Ok. Itu sharing pengalaman saya, semoga bermanfaat. Jika anda memiliki pengalaman atau tips lainnya, atau ingin menyempurnakan tulisan ini silahkan masukkan komentar anda.

Saran terakhir, Mari kita perbaiki bangsa ini mulai dari diri kita dengan menggunakan prosedur resmi mengurus SIM, at least untuk perpanjangan. Saya juga belum tahu, apakah ujian SIM ini bisa dilakukan di outlet SIM yang ada di Mall. Kalau bisa asik juga ya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar